Kantong vakum dan shrink bag terlihat mirip di rak dan keduanya membuang udara di sekitar produk. Keduanya tidak sama, dan salah memilih bisa berarti kemasan longgar dan buram, atau membayar proses yang tidak dibutuhkan.
Cara kerja kantong vakum
Kantong vakum adalah pouch PA/PE yang tersegel di tiga sisi. Produk dimasukkan, mesin vakum menarik udara keluar dan menyegel sisi yang terbuka. Film menempel ke produk tapi tidak menyusut, sehingga biasanya ada sisa film longgar di tepi dan sudut. Sebagian besar kantong vakum setebal 70 sampai 200 μm.
Cara kerja shrink bag
Shrink bag dibuat dari film multilapis yang sudah ditarik saat produksi. Setelah divakum dan disegel, kemasan dilewatkan ke air panas atau terowongan udara panas selama beberapa detik. Film berusaha kembali ke ukuran awalnya dan merapat mengikuti bentuk produk seperti kulit kedua. Sebagian besar shrink bag juga punya lapisan EVOH atau PVDC untuk barrier oksigen tinggi.
Tampilan
Shrink bag unggul dalam tampilan. Tidak ada sisa film atau kerutan, sehingga produk terlihat jelas dan label menempel rata. Ini penting untuk ayam utuh, potongan besar daging sapi, keju dan salami yang dijual di supermarket. Kantong vakum cukup baik untuk porsi, seafood beku dan produk yang masuk ke karton atau dapur food service.
Umur simpan
Kemasan shrink yang rapat tidak menyisakan rongga tempat cairan atau udara berkumpul, dan lapisan barrier-nya menahan oksigen jauh lebih baik daripada kantong PA/PE standar. Untuk daging segar dingin, ini bisa menambah beberapa minggu. Untuk produk beku, di mana suhu dingin sudah memperlambat kerusakan, kantong vakum yang baik sering sudah cukup.
Peralatan dan biaya
Kantong vakum hanya butuh mesin vakum. Shrink bag butuh mesin vakum ditambah tangki atau terowongan shrink, dan kantongnya lebih mahal. Jika Anda mengemas beberapa ratus kilo produk beku per hari, kantong vakum biasanya lebih masuk akal. Jika Anda memasok daging dingin atau keju ke ritel modern, langkah tambahan ini sering terbayar dengan retur yang lebih sedikit dan tampilan rak yang lebih baik.
Kesalahan umum
Masalah paling sering pada shrink bag adalah air yang kurang panas, sehingga kemasan buram dan longgar di beberapa bagian. Kedua adalah kantong yang terlalu besar, yang menyusut menjadi lipatan tebal dan bisa retak di freezer. Pada kantong vakum, kesalahan umumnya adalah memilih ketebalan yang terlalu tipis untuk produk bertulang atau tajam.
Kedua format bisa dicetak. Pada kantong vakum, cetakan tetap persis sesuai desain. Pada shrink bag, desain didistorsi lebih dulu agar terbaca benar setelah menyusut, yang butuh persiapan sedikit lebih banyak tapi hasilnya sangat rapi.
Aturan sederhana
Beku, sudah diporsi atau masuk karton: mulai dengan kantong vakum. Dingin, dijual utuh atau dipajang di ritel: pertimbangkan shrink bag. Jika di antara keduanya, PackEm bisa mengirim sampel keduanya dalam ukuran Anda agar bisa dibandingkan langsung pada produk sendiri.